Aku lupa tanggal berapa waktu itu, yang pasti seharian itu aku merasa begitu lelah, bingung, takut, …
Menjelang malam perasaanku belum juga tenang, tanpa pikir panjang aku ambil hp dan mulai ‘curhat’ beban apa saja yang membuatku ga tenang. Satu, dua, dst… ternyata yang kupikirkan cukup banyak. Kemudian aku kirim ke 3 orang teman, Dina, Vicky, dan Henny. Aku minta mereka mendoakanku secara khusus malam itu dan sangat bersyukur mereka bersedia… Oke!
***
Banyak notification di jejaring sosialku hari itu tapi aku hanya memberi perhatianku pada 1 message, ternyata dari Dina, salah seorang yang kepadanya aku kirimkan beban doaku kira-kira 2 minggu sebelumnya. Isinya membuatku terharu. Dia menyebutkan teringat sms waktu aku minta didoakan dan terinspirasi dari situ dia mengusulkan agar kami ber4 membuat kontak doa rutin untuk sama2 mendoakan satu dengan yang lain. Aku sangat bersyukur!
Setelah baca message itu aku langsung berdoa. Ini ini bukan kebetulan, pasti ada hal yang Tuhan ajarkan untuk kami. Memang, beberapa waktu belakangan ini kami yang sudah tersebar diberbagai daerah jarang sekali bertemu sejak masing-masing merantau, masuk dunia kuliah, dan meninggalkan Pekanbaru -kota tempat kami dipertemukan-. Hanya hitungan jari kami bertemu, itupun selalu ada yang berhalangan hadir. Yup, tidak jadi soal. Malam itu Tuhan membukakan jelas bahwa jarak tidak menjadi pembatas untuk sebuah relasi. Selalu bisa bertemu, bertemu dalam doa.
#sahabatdoa pun dimulai ! Kami sepakat berdoa setiap hari Minggu di malam hari dan mendoakan 1 orang. Dina akan berbagi cerita & beban doanya di minggu pertama, Henny minggu kedua, aku minggu ketiga, dan Vicky minggu keempat. Apa saja yang kami doakan? Setiap minggu ada hal2 baru yang kami sharingkan. Ada yang menyampaikan berita bahagia, kami berdoa. Ada berita sedih, kami berdoa. Ada yang bingung tentang pergumulannya, kehidupannya, kami pun berdoa. Banyak tantangan, tapi kami mau taat. Menyadari bahwa setiap hal dalam hidup ini Tuhan tau, maka sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak berdoa. Kami sudah mengambil komitmen dan kami bersedia, memberi diri untuk setia berdoa.
Masing2 punya pergumulan yang berbeda2, tidak jarang aku menangis saat membaca sms atau saat chat dengan mereka… Banyak hal yang tidak bisa kami selesaikan bersama dan hanya bisa diam & berserah… Kerinduan yang luar biasa kami rasakan untuk setia berdoa bagi gereja Tuhan di segala tempat, secara khusus untuk HKBP Rumbai dan HKBP Sukajadi. Bagi setiap pelayan2 disana, kesatuan jemaat. Kiranya melalui gereja-Nya nama Tuhan yang ditinggikan.
Hal yang sama kami rasakan ketika kami berbagi cerita tentang sebuah komunitas, dimana kami pernah bersama2 melewati masa remaja dengan segala warna-warninya, remaja HKBP Rumbai. Kami tidak tau bagaimana kondisi disana sekarang, cukup banyak teman2 remaja dulu yang tidak keluar dari Pekanbaru karena bekerja dan kuliah disana. Oiya, tentu banyak anak2 SKM dulu yang sudah remaja, regenerasi. Apakah komunitas itu masih ada atau tidak, apakah persekutuan itu masih jalan atau tidak, apakah kebersamaan itu masih sama atau tidak… Apakah… Apakah… Kami sering bertanya dan saling mengutarakan bahwa kami merindukan masa2 itu. Kami merindukan semuanya. Dan, ya, kami hanya bisa mendengar dari jauh, dari tanah rantau ini. Inilah yang membuat kami tergerak untuk berdoa bagi teman2 yang masih tinggal di Rumbai dan yang tersebar di daerah lain.
***
Teman, kita pernah latihan musik bersama, belajar lagu bersama. Setiap minggu selalu ada waktu berkumpul di lingkungan gedung gereja itu. Aku sendiri -yang tinggal disekitar gedung itu- tidak pernah merasa kawasan itu sepi. Seingatku Kamis & Sabtu kita pasti bertemu di latihan Padus Remaja. Itu baru yang rutin, belum lagi kalau ada waktu latihan tambahan. Trus hal lain ini itu termasuk nongkrong di sate cun !! crocok!! hahaha *aku baru tau sebutan itu di Pekanbaru*
Oiya, teman! Ingatkah kejadian tidur seperti ikan rebus di rumah bawah dan besok paginya berangkat ke Joint Easter waktu itu?! Benar2 seperti ikan rebus yang biasa disusun sama inang parengge2 di pasar kan?!! hahaha Aku bahkan tidak bisa membayangkan bahwa isi rumah waktu itu adalah benar manusia! Cuma bisa tertawa. Bangun dini hari (ga tidur lebih tepatnya) dan mandi jam 3 pagi! dan? kita jadi pengisi acara Paskah pagi itu hahaha Masih kurang? Yup, kita tidur di kantor gereja, ketakutan malam2, lari pagi keliling camp, pagi2 rempong kantor mau dipake (orang ibadah pagi udah berdatangan & barang2 masih di kantor) haduuh tak terkatakeuunn yaa! Terlalu banyak. Ga cukup halaman wordpress ini untuk menceritakan semuanya hahaha
Belum puas? oke, aku yakin kalian pasti ingat bagian ini : seminar2 yang kita ikuti itu. Umur masih seiprit tapi kita sudah “diisi” dengan seminar ini, seminar itu. Apa itu hanya kebetulan? tentu tidak! Oh, kita juga berlatih sampai malam untuk nyanyi disini dan disana, kesini dan kesana. Tujuan kita cuma satu, menyanyi untuk Tuhan. Dia menuntun kita mulai dari awal dengan suka duka kebersamaan yang kita rasakan. Tuhan menyertai kita luar biasa ya. Apa itu juga kebetulan? Pastinya tidak! Benar, tidak jarang perselisihan juga terjadi, beda2 pendapat, untung ga tonjok2an yaa
Bahkan konfrensi pers pun pernah kita lakukan, ya kan?! hahaha semua kita lalui bareng2..
Teman, kurasa bukan hanya aku. Kita semua pasti merasakan ”pembentukan” itu. Tuhan sudah memanggil dan memilih kita, Dia “mengasah, membentuk” kita dari sejak kita muda. Teman, kau merasakannya juga kan?
***
Teman, kita memang tidak bertemu, yang bisa kami lakukan disini adalah berdoa untukmu. Berapa banyak muda-mudi di zaman sekarang ini yang jauh dari Tuhan. Teman, masihkah kerinduan melayani Tuhan itu ada padamu? Kita selalu bernyanyi bersama, tapi pelayanan itu sebenarnya tidak terbatas dengan bernyanyi saja bukan? Bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari, itu pelayanan kita untuk-Nya, semua aspek hidup kita. Teman, masihkah kau mengasihi-Nya dan rindu untuk terus datang kepada-Nya? Kami selalu berdoa untukmu. Supaya kita sama2 memiliki pengenalan yang baik akan Tuhan kita yang baik itu, supaya semangat pelayanan kita tetap sama & terus berkobar. Mari berjuang menjadi anak-anak-Nya yang setia. Kita, bersama-sama.
Oiya aku jadi ingat hari Jumat-Minggu yang lalu, aku, Vicky, & Henny bertemu di Bandung *. Pagi itu kami saat teduh bersama. Dalam doa teduh itu, salah seorang diantara kami menyebutkan: “…kami tidak tau Tuhan sampai kapan kami melakukan hal ini, biarlah Engkau Tuhan, yang berkehendak atas kami, …” Benar! Kami tidak tau sampai kapan ini akan kami lakukan, yang kami tau adalah kami akan terus berdoa.
Teman, aku berbagi cerita ini dengan harapan agar ketika engkau membacanya, kau merasakan “gerakan” itu. Ada kerinduan dalam hatimu berkomitmen untuk setia berdoa. Sahabat Doa bukan hanya antara kami ber4, tapi kita semua. Sekali lagi, karena kita selalu bersama-sama. Melatih diri untuk setia berdoa untukku, untukmu, untuk dia, untuk mereka…
Saat keadaan sek’lilingku ada di luar kemampuanku
Ku berdiam diri mencari-Mu, doa mengubah segala sesuatu
Saat kenyataan di depanku mengecewakan perasaanku
Ku menutup mata memandang-Mu, s’bab doa mengubah segala sesuatu
[REFF] : Doa orang benar bila didoakan dengan yakin besar kuasanya
Dan tiap doa yang lahir dari iman berkuasa menyelamatkan
S’perti batang air ditangan-Mu, mengalir kemanapun Kau mau
Tiada yang mustahil di mata-Mu, doa mengubah segala sesuatu
Mengalami Tuhan setiap hari adalah berkat terindah dalam hidup ini.
TETAPLAH BERDOA !
#sahabatdoamu
*kebersamaan di Bandung minggu lalu ada disini





















