#sahabatdoamu

Aku lupa tanggal berapa waktu itu, yang pasti seharian itu aku merasa begitu lelah, bingung, takut, … 

Menjelang malam perasaanku belum juga tenang, tanpa pikir panjang aku ambil hp dan mulai ‘curhat’ beban apa saja yang membuatku ga tenang. Satu, dua, dst… ternyata yang kupikirkan cukup banyak. Kemudian aku kirim ke 3 orang teman, Dina, Vicky, dan Henny. Aku minta mereka mendoakanku secara khusus malam itu dan sangat bersyukur mereka bersedia… Oke!

***

Banyak notification di jejaring sosialku hari itu tapi aku hanya memberi perhatianku pada 1 message, ternyata dari Dina, salah seorang yang kepadanya aku kirimkan beban doaku kira-kira 2 minggu sebelumnya. Isinya membuatku terharu. Dia menyebutkan teringat sms waktu aku minta didoakan dan terinspirasi dari situ dia mengusulkan agar kami ber4 membuat kontak doa rutin untuk sama2 mendoakan satu dengan yang lain.  Aku sangat bersyukur!

Setelah baca message itu aku langsung berdoa. Ini ini bukan kebetulan, pasti ada hal yang Tuhan ajarkan untuk  kami. Memang, beberapa waktu belakangan ini kami yang sudah tersebar diberbagai daerah jarang sekali bertemu sejak masing-masing merantau, masuk dunia kuliah, dan meninggalkan Pekanbaru -kota tempat kami dipertemukan-. Hanya hitungan jari kami bertemu, itupun selalu ada yang berhalangan hadir. Yup, tidak jadi soal. Malam itu Tuhan membukakan jelas bahwa jarak tidak menjadi pembatas untuk sebuah relasi. Selalu bisa bertemu, bertemu dalam doa.

#sahabatdoa pun dimulai ! Kami sepakat berdoa setiap hari Minggu di malam hari dan mendoakan 1 orang. Dina akan berbagi cerita & beban doanya di minggu pertama, Henny minggu kedua, aku minggu ketiga, dan Vicky minggu keempat. Apa saja yang kami doakan? Setiap minggu ada hal2 baru yang kami sharingkan. Ada yang menyampaikan berita bahagia, kami berdoa. Ada berita sedih, kami berdoa. Ada yang bingung tentang pergumulannya, kehidupannya, kami pun berdoa. Banyak tantangan, tapi kami mau taat. Menyadari bahwa setiap hal dalam hidup ini Tuhan tau, maka sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak berdoa. Kami sudah mengambil komitmen dan kami bersedia, memberi diri untuk setia berdoa.

Masing2 punya pergumulan yang berbeda2, tidak jarang aku menangis saat membaca sms atau saat chat dengan mereka… Banyak hal yang tidak bisa kami selesaikan bersama dan hanya bisa diam & berserah… Kerinduan yang luar biasa kami rasakan untuk setia berdoa bagi gereja Tuhan di segala tempat, secara khusus untuk HKBP Rumbai dan HKBP Sukajadi. Bagi setiap pelayan2 disana, kesatuan jemaat. Kiranya melalui gereja-Nya nama Tuhan yang ditinggikan.

Hal yang sama kami rasakan ketika kami berbagi cerita tentang sebuah komunitas, dimana kami pernah bersama2 melewati masa remaja dengan segala warna-warninya, remaja HKBP Rumbai. Kami tidak tau bagaimana kondisi disana sekarang, cukup banyak teman2 remaja dulu yang tidak keluar dari Pekanbaru karena bekerja dan kuliah disana. Oiya, tentu banyak anak2 SKM dulu yang sudah remaja, regenerasi. Apakah komunitas itu masih ada atau tidak, apakah persekutuan itu masih jalan atau tidak, apakah kebersamaan itu masih sama atau tidak… Apakah… Apakah… Kami sering bertanya dan saling mengutarakan bahwa kami merindukan masa2 itu. Kami merindukan semuanya.  Dan, ya, kami hanya bisa mendengar dari jauh, dari tanah rantau ini. Inilah yang membuat kami tergerak untuk berdoa bagi teman2 yang masih tinggal di Rumbai dan yang tersebar di daerah lain.

***

Teman, kita pernah latihan musik bersama, belajar lagu bersama. Setiap minggu selalu ada waktu berkumpul di lingkungan gedung gereja itu. Aku sendiri -yang tinggal disekitar gedung itu- tidak pernah merasa kawasan itu sepi. Seingatku Kamis & Sabtu kita pasti bertemu di latihan Padus Remaja. Itu baru yang rutin, belum lagi kalau ada waktu latihan tambahan. Trus hal lain ini itu termasuk nongkrong di sate cun !! crocok!! hahaha *aku baru tau sebutan itu di Pekanbaru*

Oiya, teman! Ingatkah kejadian tidur seperti ikan rebus di rumah bawah dan besok paginya berangkat ke Joint Easter waktu itu?! Benar2 seperti ikan rebus yang biasa disusun sama inang parengge2 di pasar kan?!! hahaha Aku bahkan tidak bisa membayangkan bahwa isi rumah waktu itu adalah benar manusia! Cuma bisa tertawa. Bangun dini hari (ga tidur lebih tepatnya) dan mandi jam 3 pagi! dan? kita jadi pengisi acara Paskah pagi itu hahaha Masih kurang? Yup, kita tidur di kantor gereja, ketakutan malam2, lari pagi keliling camp, pagi2 rempong kantor mau dipake (orang ibadah pagi udah berdatangan & barang2 masih di kantor) haduuh tak terkatakeuunn yaa! Terlalu banyak. Ga cukup halaman wordpress ini untuk menceritakan semuanya hahaha

Belum puas? oke, aku yakin kalian pasti ingat bagian ini : seminar2 yang kita ikuti itu. Umur masih seiprit tapi kita sudah “diisi” dengan seminar ini, seminar itu. Apa itu hanya kebetulan?  tentu tidak!  Oh, kita juga berlatih sampai malam untuk nyanyi disini dan disana, kesini dan kesana. Tujuan kita cuma satu, menyanyi untuk Tuhan. Dia menuntun kita mulai dari awal dengan suka duka kebersamaan yang kita rasakan. Tuhan menyertai kita luar biasa ya. Apa itu juga kebetulan? Pastinya tidak! Benar, tidak jarang perselisihan juga terjadi, beda2 pendapat, untung ga tonjok2an yaa :D  Bahkan konfrensi pers pun pernah kita lakukan, ya kan?! hahaha semua kita lalui bareng2..

Teman, kurasa bukan hanya aku. Kita semua pasti merasakan  ”pembentukan” itu. Tuhan sudah memanggil dan memilih kita, Dia “mengasah, membentuk” kita dari sejak kita muda. Teman, kau merasakannya juga kan?

***

Teman, kita memang tidak bertemu, yang bisa kami lakukan disini adalah berdoa untukmu. Berapa banyak muda-mudi di zaman sekarang ini yang jauh dari Tuhan. Teman, masihkah kerinduan melayani Tuhan itu ada padamu? Kita selalu bernyanyi bersama, tapi pelayanan itu sebenarnya tidak terbatas dengan bernyanyi saja bukan?  Bagaimana kita menjalani kehidupan sehari-hari, itu pelayanan kita untuk-Nya, semua aspek hidup kita. Teman, masihkah kau mengasihi-Nya dan rindu untuk terus datang kepada-Nya? Kami selalu berdoa untukmu. Supaya kita sama2 memiliki pengenalan yang baik akan Tuhan kita yang baik itu, supaya semangat pelayanan kita tetap sama & terus berkobar. Mari berjuang menjadi anak-anak-Nya yang setia. Kita, bersama-sama.

Oiya aku jadi ingat hari Jumat-Minggu yang lalu, aku, Vicky, & Henny bertemu di Bandung *. Pagi itu kami saat teduh bersama. Dalam doa teduh itu, salah seorang diantara kami menyebutkan: “…kami tidak tau Tuhan sampai kapan kami melakukan hal ini, biarlah Engkau Tuhan, yang berkehendak atas kami, …”   Benar! Kami tidak tau sampai kapan ini akan kami lakukan, yang kami tau adalah kami akan terus berdoa.

Teman, aku berbagi cerita ini dengan harapan agar ketika engkau membacanya, kau merasakan “gerakan” itu. Ada kerinduan dalam hatimu berkomitmen untuk setia berdoa. Sahabat Doa bukan hanya antara kami ber4, tapi kita semua. Sekali lagi, karena kita selalu bersama-sama.  Melatih diri untuk setia berdoa untukku, untukmu, untuk dia, untuk mereka…

Saat keadaan sek’lilingku ada di luar kemampuanku
Ku berdiam diri mencari-Mu, doa mengubah segala sesuatu
Saat kenyataan di depanku mengecewakan perasaanku
Ku menutup mata memandang-Mu, s’bab doa mengubah segala sesuatu

[REFF] : Doa orang benar bila didoakan dengan yakin besar kuasanya
Dan tiap doa yang lahir dari iman berkuasa menyelamatkan

S’perti batang air ditangan-Mu, mengalir kemanapun Kau mau
Tiada yang mustahil di mata-Mu, doa mengubah segala sesuatu

Mengalami Tuhan setiap hari adalah berkat terindah dalam hidup ini.

TETAPLAH BERDOA !

 #sahabatdoamu

*kebersamaan di Bandung minggu lalu ada disini :)

Silver Supersemar

Yup, hari ini adalah ulang tahun pernikahan perak orang tuaku. 25 tahun sudah mereka mengarungi bahtera rumah tangga ini.  Mereka orang tua terhebat di dunia. Ups, iyaa… aku tau, orang tuamu juga kan?!  :D maka dari itu, mari lakukan hal terbaik untuk-Nya, untuk mereka, untuknya, untuk semuanya ;)

Bahagia ku menjadi putrimu pa, ma ! Tuhan memberkati perjalanan cinta dalam rumah tangga ini. I miss you!

-boru-

Jason Mraz – I Won’t Give Up

“I Won’t Give Up”

When I look into your eyes
It’s like watching the night sky
Or a beautiful sunrise
There’s so much they hold
And just like them old stars
I see that you’ve come so far
To be right where you are
How old is your soul?
I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up
And when you’re needing your space
To do some navigating
I’ll be here patiently waiting
To see what you find

‘Cause even the stars they burn
Some even fall to the earth
We’ve got a lot to learn
God knows we’re worth it
No, I won’t give up

I don’t wanna be someone who walks away so easily
I’m here to stay and make the difference that I can make
Our differences they do a lot to teach us how to use
The tools and gifts we got yeah, we got a lot at stake
And in the end, you’re still my friend at least we did intend
For us to work we didn’t break, we didn’t burn
We had to learn how to bend without the world caving in
I had to learn what I’ve got, and what I’m not
And who I am

I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up
Still looking up.

I won’t give up on us (no I’m not giving up)
God knows I’m tough enough (I am tough, I am loved)
We’ve got a lot to learn (we’re alive, we are loved)
God knows we’re worth it (and we’re worth it)

I won’t give up on us
Even if the skies get rough
I’m giving you all my love
I’m still looking up

I wanna wish you a Merry Christmas !!!

25 Desember 2011, Hari Natal dirayakan diseluruh dunia…

Aku merencanakan ibadah perayaan natal bersama teman2 di Gereja Injili Indonesia Hok Im Tong Bandung jam 5 sore itu. Hujan… Ya, si hujan ga bosan2nya datang lagi dan lagi.

Sekalipun sering turun di saat yg tidak tepat, tapi ntah kenapa aku selalu menyukai hujan… Beberapa bulan terakhir hujan selalu turun disertai gledek yg selalu bikin kaget. Kadang berharap berhenti supaya aku bisa kesana & kesini tapi tetep aja dia turun malah makin deras hahaha :D

***

Sambil menunggu jam 3 sore untuk bertemu di bus jemputan, aku asik internetan ngucapin selamat natal & nyiapin baju yg akan aku kenakan. Sekitar jam 2 Chyka (yang aku ceritain semalem) nyampe di kostanku sesuai janji mau berangkat bareng. Melihat kondisi cuaca, aku memutuskan untuk menggunakan celana supaya lebih mudah melangkah. Duh jujur saja, ke gereja menggunakan celana sangat jarang ku lakukan *biasa anak HKBP* kalo ga pake rok, berasa belum ke gereja hahahah *kataorang* :D

***

Teman, tahukah kamu bahwa hujan di tanggal 25 ini sangat amat luar biasa deras! Petir menggelegar! Lebih parah dari semalem waktu mau ke GPI IPDN. Sungguh & begitu menarik melihat kasurku yang empuk. Sore2 dikamar itu rasanya hangat, tinggal bikin coklat panas, udah deh. Lelap seketika…

Chyka masih ngotak-ngatik internet selagi aku siap-siap (baca: ngirim email). Jam 3 kurang aku & Chyka keluar kamar & menerobos hujan. Kali ini dinginnya nampol -tapi segeerrr- :D

Jam 3 kita sdah di bus menunggu teman2 yg lain. Baru ada 4 orang didalamnya. Biasanya jam 3 bus udah berangkat, tapi karena hujan & orang2 lama baru dateng jadi sekitar 30 menit (lebih deh kayaknya) kita menunggu hingga akhirnya bus penuh & melaju meninggalkan Jatinangor. Rute biasanya lewat tol Pasteur tapi sore itu harus lewat Cicaheum karena tau sendiri yaaa macetnya Pasteur udah kayak patung ular berapa meter.

***

Nyampe di GII menyempatkan diri take pictures , mengingat setelah ibadah ga akan keburu karena bus yg tadi nganter pasti udah nungguin. Nah, ini nih pengurus GII seperti biasa, tiap tahun selalu punya ide kreatif untuk dekorasi natal. Mulai dari pintu depan sampai altar. Luar biasa. Rumah Tuhan dihias begitu baik, paduan warna-warna lembut, cerah, ornamen2 natal, kado2, semuanya menarik perhatian & membuat suasana natal begitu terasa hangat.

Chyka, Echa, & Yanti

Aku senang sekali hari ini bisa merayakan natal bersama adik-adikku ini. Berkumpul dengan orang2 yg kita kasihi memang punya makna tersendiri. Aku semangat fotoin mereka disini disitu :D Sukacita terpancar diwajah mereka, sepertinya sudah melupakan perjuangan menuju ke gereja :D

Chyka tampil cantik dalam balutan gaun hijau

Aku lihat wajah2 ceria mereka masih pengen foto sana sini yg artinya sesi foto2nya belum plong :D  Aku juga masih pengen, foto yg ada aku nya ternyata cuma ada sebiji dibawah ini hahahah

Echa, aku, & Chyka

 Bergegas ke aula utama, pukul 16.45 nyanyian pujian penyembahan dimulai. Aku ga bisa berhenti senyum2 sendiri selama ibadah. Aku sangat merasakan kehadiran-Nya dalam diriku. Segala sesuatu terasa lepas… Cuma ada hati yg penuh kerinduan & Dia, Yang Berulang Tahun. Mulai ibadah dalam hatiku terus berkata : “Kiranya Tuhan Yesus senang dengan perayaan natal ini, indahnya puji-pujian, dekorasi, hangatnya kebersamaan, paduan suara, dll… Semuanya hanya untuk Dia. Kiranya Tuhan berkenan.”

Malam itu Pak Christiadi Cohen menyampaikan pesan natal, banyak juga pengalaman pribadi yg beliau sharingkan. Banyak sekali orang yang datang malam itu & aku berharap semua yg hadir terberkati sama sepertiku. “Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib”. Lahir untuk mati. Tidak ada 1 orang pun yg dilahirkan untuk mati. Kita ada di dunia ini, tidak selamanya, tapi sedang dipersiapkan untuk suatu kehidupan lain, kehidupan baru, kehidupan yg kekal.  Kita tidak dilahirkan untuk mati. Kematian yg dialami setiap seorang itu adalah -hanya seperti- jembatan menuju kehidupan kekal itu. Kekal menyenangkan atau kekal menyakitkan… Tinggal pilih…

Allah dalam rupa manusia yg fana telah menjadi Jurus’lamat pribadi setiap orang. Tuhan Yesus telah lahir, mati, & bangkit untuk kita semua. Tidak ada yg kuragukan tentang hal itu.

***

Sebuah doa natal kutemukan tadi malam ketika aku browsing tentang natal tahun ini……. Doa ini mengingatkanku akan pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, persis dengan apa yg ku share April 2010 lalu. Teman, sekali lagi perenungan dalam hatiku di perayaan natal ini membuatku semakin kagum pada-Nya ketika membaca doa & mendengarkan HAPPY BIRTHDAY JESUS   ini.

-Happy Birthday Jesus-

“A house so quite so humble, a child beside her bed. Her hands clasp tightly, time to pray

So she bows her little head, Happy Birthday Jesus !

Daddy said that You were near and that You had a birthday this time every year

He told me how You listen to every word we say and that You hear us call in the night or in the day

He explained how bad they hurt You and made You suffer so

But said You let them do it for girls like me, I know

He told me about the manger they put You in

I’d let You have my blanket if I was there back then

He said that You were watching everything we do

Him, mommy, granny and our new baby too

I like what daddy told me of how You healed the lame

and that You don’t have to have any wealth or fame

But he told me that You were so awfully good and then he made me cry

He said that they nailed You to a cross, they wanted You to die

And then he made me happy when he said You came back again

Daddy said Christmas is what we celebrate because on that day You were born

So I hope I am not too late to wish You a Happy Birthday Dear Jesus”

Aku tidak bisa memisahkan natal dengan paskah.  Doa natal di atas mengingatkanku pada masa paskah lalu. Segera kubuka lagi tulisanku 2 April 2010 yg berjudul “please tell me why”. Sebuah lagu dalam video yg dishare oleh Martin ini kujadikan perenungan  paskah waktu itu… Tiap kali aku melihat video ini, membaca & merenungkan kata-kata lagu ini air mataku selalu tak terbendung :( Sungguh Allah begitu baik memberi Putra Tunggal-Nya lahir ke dunia ini untukku, lebih tepatnya lahir untuk mati, disiksa seperti bukan manusia lagi bentuknya, Tuhan Yesus sangat menderita. Rela mati untuk manusia, sepertiku… How can I not love him? :( Aku mengasihi Dia yg terlebih dahulu mengasihiku & tetap setia :)

***

Tahun ini ke 22 kalinya aku merayakan ulang tahun Tuhan Yesus. Dia begitu dekat :D  Bagaimana denganmu teman? Kali ke berapakah tahun 2011 ini? Keberapapun itu, semoga damai natal sama2 kita rasakan & pengenalan kita akan Dia semakin baik :D Pengenalan yg baik akan Dia memang susah, aku tau tidak mudah. Apalagi dengan segala pergumulan, banyak masalah, yg ini belum selesai, yg lain udah datang lagi. Pergumulan yg kita rasakan berbeda-beda. Di natal ini pun, mungkin segala permasalahan belum juga selesai, relasi dengan sesama belum juga baik, tapi dituntut untuk tetap percaya, setia, & terus menaruh pengharapan pada-Nya. Yup, ada free will memang, bebas mau ikut atau ngga, mau melangkah ke arah mana. Tapi seperti Yosua, aku memilih untuk beribadah pada-Nya & mengikut Dia sekalipun susah. Tidak ada jalan kecil yg mudah untuk dilalui bukan?

Satu hal yg selalu aku ingat “Allah yg menuntun Abraham ke Kanaan adalah Allah yg menciptakan langit & bumi ini. Allah yg membawa Musa & bangsa Israel keluar dari Mesir adalah Allah yg sama. Allah yg memberkati hidup Ayub & menyembuhkan penyakitnya adalah Allah yg sama. Allah yg ku sembah adalah Allah yg sama dengan Allah yg disembah Abraham, Musa, Ayub… Kalo Tuhan mampu berbuat demikian dahsyat dalam hidup mereka, bukankah hal mudah bagi-Nya melakukan hal besar dalam hidupku juga?” Sekarang persoalannya ada padaku (pada kita), bagaimana aku (kita) mengerjakan panggilan Tuhan dalam hidup ini. Dia sudah memberikan diri-Nya, maka saatnya diri ini kuberi. Yeah!

***

Sekarang tanggal 26, natal hari kedua. Sungguh aku sangat bersukacita, nih kubagi juga untukmu teman. Bersukacitalah senantiasa didalam Dia ^o^

Feliz Navidad !! Semua ciptaan bersukacita. Mari kita rayakan natal !! :D

MERRY CHRISTMAS EVERYONE !!! :D

-ech-

Silent night… Holy night…

Yeay!!!! Akhirnya malam ini pun tiba :D

Setiap orang pasti punya kenangan sendiri tentang NATAL, aku juga merasakan hal yang sama. Tahun 2011 ini, yayaya kembali aku tidak bisa merayakan natal bersama keluargaku di Pekanbaru. Sedikit bocoran, aku dihadapkan pada pilihan yang sulit akhir November kemaren & akhirnya aku memutuskan untuk stay  & natalan di perantauan ini saja. Cihuuyy ;)

***

Malam ini bagiku sangat berkesan & luar biasa!!

Kemaren aku & teman2 janjian mau ibadah malam kudus di Gereja Protestan Immanuel IPDN, mulai pukul 19.00. Tadi pagi aku kepikiran ngajakin mereka kumpul bareng dulu trus nyarter angkutan ke gereja, soalnya biar ga kedinginan (biasanya kalo ke GPI IPDN harus naik ojek, karena lokasi gereja ada di atas, belakang aula utama kampus), apalagi ibadah mulainya malam, tambah lagi aku mulai melihat gerak gerik si hujan yang akan turun.. wew

Eehh ternyata kita adanya 6 orang & sepertinya tidak memungkinkan si supir mau kalo cuma ber6, ya sudah akhirnya kita pergi masing2, eh aku tetep pergi ber3 ding sama Chyka & Joshua :D

Pukul 18.30 aku langsung membungkus diri dengan jaket, ngambil payung & keluar kostan. Dinginnya ampuunnn… Baru mulai jalan beberapa langkah percikan air udah kemana-mana, makin jauh melangkah ketemu pengendara motor & mobil yg melintas kayak gada perasaan & gada empatinya sedikit pun sama orang diluar yg udah jalan pelan supaya ga kena percikan eeehh dia malah melaju kencang -.-  Ya, hujan begitu deras. Demi malam kudus… 

Tepat pukul 18.45 kita ketemuan di alfamart depan Ikopin, baru naik ojek darisana ke gereja. Si hujan setiaaaa sekali membasahi bumi. Aku tiba di depan alfa duluan & harap2 cemas semoga hujan berhenti atau setidaknya mereda. Ternyata tidak, sampai Chyka & Jo dateng masih aja deras. Lalu 3 orang Aa’ Ojeg pun mengantarkan hingga ke depan gereja. Si Aa’2 ojek2 itu memang sudah mempersiapkan jas hujan gede2 buat penumpangnya. Jadi ga terlalu basah deh.. “Makasih yaaa Aa’ Ojeg… :) hahaha

***

Nyampe depan gereja, kan kita riweh banget kan yaaa, tuh jaket udah basah, sepatu udah kotor, rambut lepek, dll… :D Eeehh tiba2 diminta jadi pelayan kolektan ibadah. Mereka butuh 4 orang, semula hanya 2 orang (Praja) aja, tapi karena dilihat rame banget jadi butuh 2 orang lagi, cewek. Aku, Chyka, & Jo yang masih belepotan sana sini pun shock.. Secara bingung mau jawab apa, mana orang banyak banget lagi hahahah Akhirnya kita pun mengiyakan. Jo masuk duluan, aku & Chyka ke konsistori. Trus, aku & Chyka dapat tugas ntar dibagian 1 & 2  yang ditengah. Makin aja deg2an… Tidak cukup sampai disitu, semua pelayan ntar duduknya di depan! Duh ya kawan, ingin rasanya bilang “Kak, ga jadi deh kak! ga papa yaa…”  *eh sstt… ternyata Chyka pun merasakan hal yang sama, “Kak, Chyka deg2an” bisiknya. aaaahahaha sama!!

Beberapa menit setelah itu…… Rasa -yang membuat aku rela belepotan hujan2an & bela2in ke gereja- itupun muncul lagi, aku seperti sudah melupakan was2 karena tugas dadakan yang ku terima. Yup, rasa deg2an ingin bertemu Dia pun kembali muncul. Aku datang untuk Dia dan yakin kalo yang meminta aku & Chyka jadi kolektan saat itu juga Dia. Terlepas dari dadakan atau tidak yang pasti bukan kebetulan. Dari belakang altar tempat kami berdiri menunggu giliran masuk, aku bisa mendengar ajakan beribadah dikumandangkan… “Putri Sion, nyanyilah! Soraklah Yerusalem!”

Ibadah malam kudus dimulai. Aku masuk hadirat Tuhan & siap mendengarkan suara-Nya…

Pasti sering denger “S’perti bapa sayang anaknya, demikian Tuhan sayang kepada kita” kan? Nah kalo tadi, pesan natal dikaitkan dengan kasih seorang ibu. Seperti ibu sayang anaknya, begitulah Tuhan menyayangi kita, bahkan lebih daripada itu! Sebagai seorang anak tentunya kita dituntut untuk hormat kepada ibu. Mau ngelakuin apa yang beliau suruh & selalu berusaha nyenangin hati ibu. Teringat sama mama di rumah. Aku sangat merindukannya… Sangat rindu…

Apa yang dilakukan mama ke kita luar biasa kan yaaa… susah dibalas… bingung mau balasnya dengan apa, karena memang tak terbalas. Aahh ntah berapa sungai yang terbentuk tiap kali merindukan mama…

Lalu apa kaitannya dengan natal ?

Ya, mama adalah pemberian Allah, Allah yang menempatkan kita di perut seorang wanita sampai kita dikeluarkan lewat rahimnya & hidup seperti sekarang ini. Jika mama yang melahirkan kita begitu mencintai kita & selalu berusaha memenuhi semua keinginan kita, terlebih lagi Dia, ya, Allah yang menciptakan kita, yang empunya hidup kita. Allah Bapa sangat mengasihi kita. Itu sebabnya Dia mengosongkan diri-Nya dan lahir ke dunia sebagai Allah Putra, Yesus Kristus, untuk membawa keselamatan bagi setiap orang, melepaskan dari jerat dosa, Dia lahir untukku…. dan untukmu juga kawan, ya, kamu yang membaca tulisan ini. Tuhan Yesus lahir tidak hanya untukku, tapi untukmu juga…

Kelahiran Yesus membawa keselamatan. Bagiku keselamatan yang Dia berikan adalah anugerah luar biasa yang tidak bisa dijanjikan oleh siapapun. Siapapun. Dia lahir, mati, dan bangkit –>> membuktikan bahwa Dia berkuasa atas kehidupan & kematian. Tidak ada yang sanggup melakukan itu, hanya Tuhan yang sanggup. KeTuhanan Kristus. Renungan malam kudus ini membuatku semakin menyadari keberadaanku sebagai seorang yang sangat kecil & Allah yang begitu besar. Aku tidak bisa tidak membutuhkan-Nya. Aku ingin agar setiap hari aku mengalami Allah dalam hidupku. Jatuh bangun tidak jadi soal, aku rindu untuk terus berjuang menjadi anak yang menyenangkan hati-Nya dan hatinya, mama. :)

***

Sampai ibadah selesai pun si hujan belum juga berhenti… Sambil nunggu hujannya redaan dikit kita jeprat jepret deh *as always hihi :D ini 2 foto aja deh, kalo semua kebanyakan ntar ckck

aku ke 4 dari kiri hoho... *kita minta tolong praja ganteng yg fotoin hahaha

 

Cika & Maria

Aku nyampe kamar pukul 21.40, tepat 20 menit sebelum gerbang kostanku dikunci. Aku kedinginan tapi hangat, aku laper tapi kenyang -aku cuma makan 1 kali jam 1 siang tadi, trus diisi makanan ringan dari IPDN-. Ntah kenapa tapi aku merasa full. Ini bukan jasmaniku. Aku ga mau pergi ibadah tapi pulang tangki rohaniku kosong. Malam ini aku penuh, aku pulang dengan membawa sesuatu, seperti yang aku harapkan. Terimakasihku untuk-Mu, Yesus.

Sambil menunggu aku masih menyempatkan diri foto2 sendiri, mengucapkan selamat natal ke sana-sini, bersih-bersih kamar, dll…

***

Tepat pukul 00:00 seperti kebiasaan pribadiku tiap tahun, aku selalu menyediakan waktu untuk AWG (alone with God). Malam kudus pribadi, hanya aku & Tuhan. Hatiku berdebar-debar… Aku mulai mematikan lampu & menyalakan 5 lilih, 1 lilin besar di tengah & 4 lilin kecil mengelilinginya.

Tengah malam ini membuatku tidak sanggup menahan air mata. Aku menangis… Menangis bukan karena aku sendirian, bagiku bukan masanya lagi aku nangis karena teman2 1 blok kostanku liburan di rumahnya & aku sendiri, atau karena aku ga punya makanan kue sagu keju, muffin, coklat dll dikamar. Nangis bukan karena aku ga dapat lagi kado bertuliskan “Dihadiahkan Kepada  : Boru Tercinta : Eirene Christina Hutabarat” yang tiap tahun aku terima dari bapak & isinya selalu tertebak, buku! atau karena lagi lagi aku ga dapat gaun natal & heels dalam kotak bagus yang selalu diberikan mamaku tiap tahun. “Ohh sulit kugambarkan, betapa baik orang2 yang Tuhan tempatkan disekelilingku… “ Tapi sekali lagi, dalam pikiranku selalu mengarah ke Dia “Mereka aja baik banget, apalagi Tuhan Yesus.” :(

Semakin banyak pembentukan yang aku alami, semakin aku menyadari bahwa ini & itu semuanya hanya bonus, yang artinya bukan aku fokusnya, tapi Tuhan Yesus. Dia lah yang seharusnya menerima kado. Ini hal pertama yang membuat aku menangis, tentang kadoku untuk-Nya…  Malam natal ini, kado yang aku punya sangat sederhana, sangat lusuh, sangat tidak layak… yaitu diriku ini. Tapi kembali Dia menyadarkan aku, dalam tangisku aku menggertak diri sendiri “Hei, kau eirene harus kau ingat terus “… Allah melihat bahwa semua yang diciptakan-Nya itu baik… Dia Allah yang tidak pernah meninggalkan perbuatan tangan-Nya…” berarti aku?!”. Ya, aku diciptakan oleh tangan-Nya, aku berharga, aku tidak layak tapi Dia melayakkan aku. Aku kecil tapi Dia mengangkat aku. Aku miskin, tapi Dia membuatku kaya… Bagaimana aku bisa tidak mengasihi-Nya?? :(  Kado yg tepat untuk-Nya adalah diriku sendiri… Maka ku berikan…

***

Kemudian dalam perenunganku selanjutnya aku teringat pada adik2 jalanan…………

Sampai beberapa menit aku gabisa mengeluarkan kata2………… karena isak tangis yang makin ga bisa kubendung. Aku teringat mereka makan di pinggir trotoar :(  rebutan nyanyi dari satu angkot ke angkot lainnya untuk nerima recehan itu, ketergantungan dengan lem-lem yang mereka isap :( diusir sama orang2 berduit & dipandang jijik oleh semua orang… “Tuhankuuuu… kenapa Tuhan membiarkan aku melihat semua itu… Kenapa pernah memberikanku kesempatan sampai aku  turun ke jalanan untuk mengajar adik2 ‘liar’ itu baca tulis… Kenapa mereka ada di jalanan bertahun2, sementara yg lain ada di rumah mewah yg bersih? Kenapa pakaian mereka sobek & bau, sementara yg lain? Kenapa ya Tuhan…? :( Kalo Tuhan membiarkan aku melihat kondisi ini, maka aku juga yakin suatu saat Tuhan juga akan mampukan aku untuk membantu mereka… lebih dari apa yg bisa aku pikirkan sekarang.”  Tangisku ga berhenti sampai aku susah bicara. Aku sangat ngeri membayangkan wajah2 polos anak-anak itu ditengah hidup yang sangat keras. Sangat keras… :(

Kita hanya akan bisa merasakan itu kalo udah turun ke jalanan melihat hidup mereka kenyataannya seperti apa…

“Andai aku bisa… :(  Tuhan Yesus… jaga mereka… pelihara mereka…”. Aku sungguh percaya tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk memelihara hidup manusia, mata-Nya tidak kurang jeli melihat kesusahan hidup ini, termasuk mereka yang tinggal di jalanan itu. “Tapi kenapa mereka dibiarin?” Itulah Dia, Allah yang berdaulat, rencana & kehendak-Nya tidak terselami, bahkan kadang terasa tidak adil… yang ku percaya adalah, Tuhan yang ku sembah itu baik. Sekali lagi, seperti seorang ibu & bapa yang sayang anaknya, Tuhan memelihara ciptaan-Nya. Mereka adalah ciptaan Tuhan. Mereka yg tinggal di jalanan itu berharga, sama sepertiku, sama sepertimu juga teman.

***

Semakin aku terenyuh dalam perenunganku ketika aku berdoa untuk dunia ini…… Membayangkan betapa sedih-Nya Tuhan melihat kondisi dunia ini, kondisi Indonesia… :( Perang dimana-mana, uang merajalela, bencana alam, bencana kemanusiaan, dll… Tiba2 aku merinding teringat tanda-tanda kedatangan Yesus yang kedua kalinya. Ntah kapan tapi saat itu akan tiba. Semuanya semakin membuat hatiku berdebar-debar… :(

Air mataku masih mengalir ketika satu per satu nama petinggi di negeri ini kusebut. Aku percaya Tuhan akan pulihkan dunia ini, juga negeri Indonesia ini. “Tuhan cinta semua anak, semua anak di dunia. Tuhan cinta semua bangsa, semua bangsa di dunia.” Itu sebabnya aku ga pernah lupa membawanya dalam daftar doa syafaatku. Kalo aku hanya bisa berdoa, maka itu pun akan ku lakukan. Ayo teman, mulailah susun daftar doa syafaatmu. Ayo sama2 belajar untuk setia & taat berdoa syafaat pribadi. Lagi & lagi, Yesus lahir bukan cuma untuk kita & keluarga kita tapi juga untuk mereka, untuk dunia ini.

***

Malam kudus… Aku sengaja mengabadikan moment lagu ini supaya aku selalu ingat tentang kelahiran Yesus dalam kesederhanaan, kesepian di tengah malam yang sunyi & dingin (ayat 1), sukacita & penyembahan (semua orang) menyambut lahirnya Yesus (ayat 2), dan  kelahiran-Nya yang membawa keselamatan, berkat bagi semua orang (ayat 3). Perenungan AWG ku di malam natal ini juga menjadi kesaksian pernah merayakan ulang tahun Yesus seperti ini dalamnya. Maka dihari yang akan datang aku rindu agar pengenalanku akan Dia semakin baik & bisa memaknai dengan baik pula tiap hari natal yg ku lewati.

Suaraku sangatlah bindeng & ga karuan akibat proses pengeluaran air mata diatas, tapi… biarkanlah suara rapuh yg bisa berubah-ubah ini bersenandung, yg pasti kata-kata lagu ini akan seterusnya menyentuh setiap hati.

…Malam Kudus…

Malam kudus, sunyi senyap. Dunia terlelap, hanya dua berjaga terus

Ayah bunda mesra dan kudus. Anak tidur tenang, Anak tidur tenang

Malam kudus, sunyi senyap, kabar baik menggegap. Bala sorga menyanyikannya

Kaum gembala menyaksikannya. Lahir Raja Syalom, Lahir Raja Syalom

Malam Sunyi senyap, kurnia dan berkat. Tercermin bagi kami kami terus

Di wajah-Mu ya Anak Kudus. Cinta kasih kekal, cinta kasih kekal

24 Desember 2011…

Bersyukur atas malam natal yang luar biasa.  Hari ini Tuhan mengajarkan banyak hal yang tidak bisa ku tuliskan semuanya disini, terlalu banyak. Dia sungguh baik & tau yg terbaik. Semoga menjadi saluran berkat bagi setiap orang yang membaca tulisan ini.

Malam kudus, malam yang indah karena kehadiran Tuhan Yesus di dalam hidup ini :D

*Salam damai untuk kita, teman*

-ech-

Alexander McQueen

Yup, sudah hampir 1 tahun, designer ternama asal Inggris, Alexander McQueen pergi meninggalkan dunia, tapi karyanya tetap eksis, bahkan makin menjulang. Tiba-tiba pengen share lagi tentang dia. Sosok designer misterius, dingin, dan sulit ditebak; demikian penilaian banyak orang tentangnya. Karya-karyanya pun sangat bagus & unik. Keren dah…

Ga heran beberapa kali dapat penghargaan dari Ratu Elisabeth II atas prestasinya itu. Nama-nama yang udah ga asing spt Kate Moss, Lady Gaga, Sarah Jessica Parker, daaann byk lagi udah jadi langganannya. Sayang… sungguh sayang…

Lee Alexander McQueen  (17/3/1969 – 11/2/2010)

SJP with Lee

Seandainya masih hidup, betapa bangganya dirimu bisa melihat calon ratu Inggris, Catherine Elizabeth Middleton, memilih tangan kananmu, Sarah Burton, jadi designer gaun pengantinnya. Pasti Kate ga asal-asalan kan yaaa milih orang dan pihak kerajaan juga ga sembarangan kan yaaa ngizinin designer pilihan Kate untuk ngedisain gaun putri…

Sarah Burton

Sarah bantuin ngerapihin gaun Kate

Kate's wedding dress designed by Sarah Burton. Simpel, manis, elegan bukan?! I love it!

Ya, sejak kepergiannya, Sarah Burton -yang sudah belasan tahun jadi “pembantu” Lee- menggantikan posisinya sebagai direktur dan menjadi pewaris rumah fashion Lee di Inggris. Otak cerdas & tangan kreatif Sarah menghasilkan ini itu yang luar biasa dengan tetap memakai label fashion “Alexander McQueen”.

*ntah kenapa harus ada yang namanya bunuh diri…

#inmemoriamAlexanderMcQueen

-ech-